TRANSPORTASI TERNAK DOMBA EKOR GEMUK JANTAN YANG TIDAK DIBERI PAKAN SELAMA PERJALANAN

TRANSPORTASI TERNAK DOMBA EKOR GEMUK JANTAN YANG TIDAK DIBERI PAKAN SELAMA PERJALANAN

Sentra konsumsi daging domba di Indonesia masih berpusat didaerah perkotaan sehingga dibutuhkan aktifitas transportasi untuk mendistribusikan ternak tersebut kedaerah konsumsi. Pengiriman domba antar daerah dapat mengakibatkan stress dan penurunan berat badannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penyusutan bobot badan, perubahan respon fisiologi, analisis biaya transportasi dan kerugian penyusutan bobot badan ternak domba ekor gemuk jantan yang tidak diberi pakan selama perjalanan

Kata kunci: domba ekor gemuk, penyusutan bobot badan, respon fisiologi, transportasi

 

Sumber : https://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/79644/D15sip.pdf?sequence=1&isAllowed=y

PENGENDALIAN CEMARAN MIKROBA PADA BAHAN PANGAN ASAL TERNAK (DAGING DAN SUSU) MULAI DARI PETERNAKAN SAMPAl DIHIDANGKAN

PENGENDALIAN CEMARAN MIKROBA PADA BAHAN PANGAN ASAL TERNAK (DAGING DAN SUSU) MULAI DARI PETERNAKAN SAMPAl DIHIDANGKAN

Pangan merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi manusia. Beberapa kasus keracunan atau penyakit karena mengonsumsi makanan yang tercemar mikroba telah banyak terjadi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan pangan masih perlu mendapat perhatian yang lebih serius. Penyakit yang disebabkan oleh mikroba yang sering menimbulkan masalah antara lain adalah antraks, foodborne disease, dan waterborne disease, sedangkan mikroba yang biasa mencemari bahan pangan asal ternak di antaranya adalah Salmonella sp., Escherichia coli, Coliform, Staphylococcus sp., dan Pseudomonas.

 

Kata Kunci :  Bahan pangan asal hewan, cemaran mikroba, keamanan pangan

 

Sumber : https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/33019012/cemaran_mikroba_asal_ternak.pdf?AWSAccessKeyId=AKIAIWOWYYGZ2Y53UL3A&Expires=1547884415&Signature=BpeANDO6wl28sew%2BKbJx%2F4vAKNw%3D&response-content-disposition=inline%3B%20filename%3DPENGENDALIAN_CEMARAN_MIKROBA_PADA_BAHAN.pdf

Sifat-sifat Kualitatif Domba Garut Jantan Tipe Tangkas

Sifat-sifat Kualitatif Domba Garut Jantan Tipe Tangkas

Identifikasi Sifat-sifat Kualitatif Domba Garut Jantan Tipe Tangkas (Qualitative Traits Identification of Bantam Type Garut Ram)

Denie Heriyadi

 

Abstract

Penelitian mengenai Identifikasi Sifat-sifat Kualitatif Domba Garut Jantan Tipe Tangkas, telah dilaksanakan selama tiga bulan di tujuh kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi, Bogor, dan Purwakarta.  Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh deskripsi sifat-sifat kualitatif  Domba Garut jantan yang meliputi warna bulu, motif bulu, dan bentuk tanduk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analitik, data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan bantuan komputer menggunakan Program Microsoft Excell. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat kualitatif Domba Garut jantan di Jawa Barat adalah sebagai berikut : warna bulu pada Domba Garut jantan yang paling dominan adalah kombinasi warna hitam-putih 86 %, motif bulu dominan pada Domba Garut jantan adalah hitam 19,83 % dan belang sapi 14,88 %, sedangkan bentuk tanduk domba jantan yang terbanyak adalah Gayor (51,65 %), Ngabendo (17,36 %), dan Leang (16,53 %).

Kata Kunci : Domba Garut Jantan, Warna Bulu, Motif Bulu, dan Bentuk Tanduk

 

Digital Object Identifier

DOI : https://doi.org/10.24198/jit.v5i2.2288

 

Sumber :

http://jurnal.unpad.ac.id/jurnalilmuternak/article/view/2288

MT Farm Camp, Program Praktek Kerja Lapangan / Magang Plus Upgrading Keilmuan

MT FARM CAMP
MT Farm Camp adalah program magang/Praktek Kerja Lapangan yang berbasis data dan empiris serta dipadukan dengan pembentukan mental & karakter peserta.

KETENTUAN MAGANG:
1. Membawa perlengkapan : sepatu boot, pakaian ganti, peralatan mandi, perlengkapan ibadah, senter, jas hujan, sandal jepit, selimut / jaket, kaos kaki, jas hujan, obat-obatan pribadi (jika ada), laptop (minimal 2 orang membawa 1 laptop).
2. Tidak mendapat gaji, uang transport, uang makan maupun penginapan.
3. Menjaga nama baik diri pribadi, kampus & CV. Mitra Tani farm.
4. Siap menjalankan tata tertib yang berlaku.

MATERI & KEGIATAN MAGANG/PRAKTEK KERJA LAPANG :

1. Produksi Di Kandang (Dibimbing oleh Amrul Lubis, S.Pt)
Materi utama : management pakan, penggemukan & pengembangbiakan

2. Peningkatan Teori & Wawasan Peternakan (Dibimbing oleh Mochamad Afnan Wasom, S.Pt)
Materi utama : A-Z tentang beternak kambing & domba

3. Business Start Up (Dibimbing oleh M. Wildan, S.Pt. & Budi Susilo Setiawan, S.Pt)
Materi utama : Memulai Usaha Peternakan & Membangun Team

4. Character Building & Outbound (A.S.B. Nasution, Team SAR)
Materi utama : Camping (3 pekan), pembinaan karakter & mental, pengenalan alat-alat rescue & cara penggunaannya, repling

5. Pengolahan Pasca Panen (Team MT Farm)
Materi utama :
 Latihan penyembelihan & pengulitan (Asep Erwan, A.Md)
 Membuat masakan kambing guling, gulai & sate (Pak Tono, juru masak Salamah Aqiqah)
 Membuat rendang dalam kemasan kaleng (Siti Aisyah, S.Pt)
 Membuat yogurt & kevir (Siti Aisyah, S.Pt)

6. Online Marketing (Team Marketing)
Materi utama : Riset Online & memanfaatkan media gratisan untuk bisnis

7. Pembinaan Masyarakat di kampung & sekolahan sekitar CV. Mitra Tani farm

8. MATERI KHUSUS : Management penjualan & transportasi menjelang Idul Adlha

9. Refreshing

 

BIAYA:

Bagi peserta magang yang merokok dikenakan biaya Rp. 500.000/orang, dan gratis bagi yang tidak merokok.

 

PESERTA MAGANG HARUS MENTAATI TATA TERTIB SBB :
1. Pakaian
Diwajibkan memakai pakaian yang rapi & sopan, dianjurkan untuk selalu menggunakan pakaian seragam praktek.
2. Perilaku
Berperilaku sopan di lingkungan magang, jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan mematuhi semua tata tertib.
3. Kehadiran
 Peserta magang harus hadir tepat waktu sebagaimana yang dijadwalkan
 Peserta magang yang sakit wajib membawa surat dokter
Apabila peserta magang alpa (tidak mengikuti kegiatan tanpa keterangan), wajib mengganti hari atau mengerjakan tugas tambahan

4. Tidak diperkenankan membawa HP ke kandang kecuali untuk menunjang tugas harian.

BAGI PESERTA MAGANG YANG MELANGGAR TATA TERTIB Dan Ketentuan Yang Berlaku Tersebut Di Atas, Maka Akan Dikenakan Sanksi Sebagai Berikut :

  • Pertama : Peringatan lisan;
  • Kedua : Peringatan secara tertulis kepada yang bersangkutan dengan tembusan kepada guru / dosen pembimbing, lembaga & orang tua serta tidak diperkenankan mengikuti kegiatan di kelas maupun di kandang;
  • Ketiga : Pemutusan kerja praktek/magang dengan surat peringatan ke lembaga yang bersangkutan dan tanpa diberikan sertifikat.

JADWAL KEGIATAN:
04.30-06.00 sholat shubuh, sharing & briefing
06.00-06.30 mandi & sarapan
06.30-08.30 aktifitas sesuai job
08.30-09.00 istirahat
09.00-12.00 di kelas
12.00-13.00 sholat, istirahat & makan
13.00-15.00 aktifitas sesuai job
15.00-15.45 sholat & istirahat
15.45-17.00 materi character building
17.00-19.30 sholat maghrib & isya, istirahat
19.30-22.00 materi character building
22.00-04.00 istirahat

Info Lebih Lanjut, Silakan Hubungi :
CV. Mitra Tani Farm
Jl. Baru Manunggal 51 No. 39 Rt 04/05 Tegalwaru, Ciampea, Kab. Bogor, Jawa Barat 16620
Telp./SMS/WA 085 773 333 210 (Indosat)
Online Media :
Web: http://mitratanifarm.co.id
IG: https://www.instagram.com/mitratanifarm
Fb: https://www.facebook.com/mitratanifarm

Analisis Tingkat Kelayakan Finansial Penggemukan Kambing dan Domba pada Mitra Tani Farm, di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor

Analisis Tingkat Kelayakan Finansial Penggemukan Kambing dan Domba pada Mitra Tani Farm, di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor

Komoditas utama subsektor perternakan yang mempunyai peran strategis dalam usaha peternakan Indonesia adalah kambing dan domba. Kambing dan domba berkembangbiak dengan baik pada berbagai kondisi dan wilayah di Indonesia, setidaknya menyebar di 11 provinsi di seluruh Indonesia. Luasnya penyebaran populasi tersebut membuktikan bahwa berbagai wilayah di Indonesia memiliki tingkat kecocokan yang baik untuk pengembangan komoditas kambing dan domba, baik berupa kecocokan dari segi vegetasi, topografi, klimat, atau bahkan dari sisi sosial-budaya daerah setempat. Jawa Barat sebagai salah satu wilayah terbaik untuk pengembangan ternak kambing dan domba memiliki jumlah populasi masing-masing sebesar 8.32 dan 47.01 persen dari populasi nasional. Khusus untuk ternak domba, Jawa Barat merupakan wilayah sentra ternak yang memberikan kontribusi sangat besar terhadap populasi nasional. Peningkatan populasi ternak kambing dan domba di Jawa Barat relatif baik setiap tahunnya, yaitu dengan rata-rata per tahun masingmasing sebesar 9.50 dan 8.80 persen. Namun sistem usaha peternakan kambing dan domba di Indonesia khususnya di Bogor secara umum masih bersifat sambilan dari sistem usaha pertanian tanaman pangan yang hampir seluruhnya merupakan peternakan rakyat. Sistem ini ditandai dengan biaya produksi yang relatif rendah, kurang berorientasi ekonomi karena hanya merupakan tabungan dan penambal resiko kegagalan cabang usaha tani lainnya, serta bentuk usaha yang bersifat pembibitan dan penggemukan. Lain halnya dengan MT Farm, adalah salah satu peternakan kambing dan domba yang ada di Bogor yang berorientasi bisnis dikelola secara intensif dengan manajemen peternakan yang tepat. Kandang yang dimiliki bersifat permanen yang berbentuk panggung seluas ± 700 m2 dengan daya tampung 750 ekor. Untuk fasilitas pendukung kegiatan administrasi dan sebagainya, peternakan ini memiliki kantor lengkap dengan peralatan serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. Peternakan ini juga dilengkapi kebun rumput seluas ± 1 Ha. Keberadaan MT Farm sebagai peternakan yang berorientasi bisnis yang dikelola dengan baik dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, tentunya tidak muncul dengan sendirinya. Semua itu membutuhkan modal yang besar. Untuk itu, usaha penggemukan kambing dan domba yang dikelola oleh MT Farm harus layak, baik dari aspek finansial maupun aspek non finansialnya. Sejauh ini perusahaan belum mengetahui secara pasti seberapa besar manfaat (benefit) yang diperoleh perusahaan. Meskipun usaha ini telah berjalan selama 4 tahun, apakah berarti usaha yang dijalankan MT Farm ini telah layak secara finansial?. Untuk itu, maka melalui penelitian ini mencoba untuk menganalisis tingkat kelayakan finansial dan non finansial dari penggemukan kambing dan domba yang dikelola oleh peternakan MT Farm tersebut. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk: menganalisis kelayakan aspek pasar, teknis, manajemen dan hukum; menganalisis tingkat kelayakan finansial; dan menganalisis sensitivitas melalui switching value analisys usaha penggemukan kambing dan domba pada peternakan MT Farm terhadap kenaikan harga input dan penurunan kuantitas penjualan output. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif berupa analisis deskriptif yang dilakukan untuk mendefinisikan mengenai gambaran sistem usaha dan aspek non finansial (aspek pasar, teknis, manajemen dan hukum) dari usaha penggemukan kambing dan domba pada peternakan MT Farm, sedangkan analisis data secara kuantitatif digunakan untuk mengetahui tingkat kelayakan finansial usaha penggemukan kambing dan domba pada peternakan MT Farm tersebut. Metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kelayakan finansial berdasarkan kriteria investasi NPV, IRR, Net B/C, Gross B/C dan PP yang diolah menggunakan program Microsoft Excel. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak peternakan MT Farm. Data primer itu sendiri mencakup biaya-biaya yang dikeluarkan selama umur usaha baik biaya investasi maupun biaya operasional, serta penerimaan selama usaha berjalan. Data primer tersebut berupa data historys perusahaan. Data sekunder diperoleh dari studi literatur beberapa skripsi, internet, jurnal dan buku-buku yang berkaitan dengan materi penelitian ini. Selain itu, data yang diperoleh juga berasal dari observasi di lapangan. Aspek non finansial yang dimulai dari aspek pasar bahwa usaha penggemukan kambing dan domba MT Farm memiliki peluang pasar yang baik. Demikian pula aspek teknis, variabel utama faktor pendukung jalannya usaha pada aspek ini menunjukkan adanya keberpihakan yang cukup baik sehingga proses produksi dapat berjalan dengan baik. Kemudian dari aspek manajemen terlihat adanya struktur organisasi dan pembagian tugas yang baik dengan sumberdaya manusia yang berkompeten, yang dapat dipastikan usaha ini berjalan dengan baik. Sehingga dengan demikian, usaha penggemukan kambing dan domba peternakan MT Farm layak secara aspek non finansial. Analisis aspek finansial usaha penggemukan kambing dan domba peternakan MT Farm selama lima tahun dengan tingkat diskonto 8.5 persen diperoleh nilai NPV sebesar Rp 359 346 744, Net B/C dan Gross B/C sebesar 2.53, IRR sebesar 11.7 persen dan PP sebesar 1.5 tahun. Hasil yang diperoleh dari masing-masing kriteria investasi tersebut sesuai dengan nilai indikator yang ditetapkan, sehingga usaha penggemukan kambing dan domba peternakan MT Farm dinilai layak. Melalui switching value analisys menunjukkan bahwa usaha penggemukan kambing dan domba MT Farm dapat mentolerir kenaikan harga input mencapai 5.34 persen dan penurunan kuantitas penjualan output sebesar 4.79 persen.
Collections
Formulasi Strategi Peningkatan Produksi Domba CV Mitra Tani Farm, Ciampea, Bogor

Formulasi Strategi Peningkatan Produksi Domba CV Mitra Tani Farm, Ciampea, Bogor

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan strategi peningkatan produksi domba di CV Mitra Tani Farm (CV MT Farm), Ciampea, Bogor. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah analisis deskriptif yang dilakukan dengan mempelajari permasalahan dari objek yang diteliti. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian dilakukan menggunakan alat analisis berupa pemetaan rantai nilai,  matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (External Factor Evaluation), SWOT, dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix).

Hasil analisis rantai nilai diketahui bahwa produksi domba di CV MT farm saat ini sangat tergantung dari pasokan mitra dan petani internal. Hasil IFE dan EFE diperoleh selisih nilai tertimbang masing-masing sebesar 2,120 dan 0,686 maka diperoleh posisi perusahaan dalam matrik SWOT berada pada kuadran I.

Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk menggunakan strategi pertumbuhan. Urutan prioritas strategi berdasarkan QSPM adalah (1) meningkatkan jumlah bakalan, (2) pengembangan manajemen, (3) memperkuat modal dan kepemilikan, (4) meningkatkan kualitas melalui teknologi. Hasil perhitungan gross profit margin diketahui keuntungan yang diperoleh CV MT farm setiap tahunnya jika meningkatkan penjualan domba mencapai 1000 ekor/bulan adalah sebesar 40,34% dari total produksi.

Kata kunci: MT Farm, produksi domba, strategi, SWOT, QSPM, gross profit margin

ABSTRACT

This research was conducted to formulate to increase the sheep production at CV Mitra Tani Farm (CV MT Farm), Ciampea, Bogor. The research was conducted using descriptive analysis by analyzing the problem experienced by CV. MitraTani Farm. Primary data and secondary data were gathered at this research. The research was also conducted using several analytical methods such as value chain mapping, internal factor evaluation (IFE) and external factor evaluation (EFE) matrix, SWOT and quantitative strategic planning matrix (QSPM).

Based on the value chain analysis, the current production of sheep at CV MT farm is highly depending on the supply from its partners and internal farmers. According to the IFE and EFE results, the differences of each weighted values were respectively 2,120 and 0,686 so the position of the company in the SWOT matrix was situated at Quadrant I.

Therefore the company needs to use a growth strategy. The QSPM sequenced the strategy priority as follow (1) increasing the number of lambs, (2) developing the management, (3) strengthening the capital and ownership, (4) improving the quality through technology. The result of the gross profit margin calculation, if the sheep‘s selling is increased up to 1000 sheep per month then the possible annual profit that can be earned by CV MT farm is 40,34% of the total production.

Keywords: MT Farm, sheep production, strategies, SWOT, QSPM, gross profit margin

Full Text:

FULL TEXT (Tekan disini untuk mendownload)

DOI: http://dx.doi.org/10.17358/jma.9.2.77-85

Sumber :

http://journal.ipb.ac.id

http://sinta1.ristekdikti.go.id

https://www.neliti.com